Daftar Topik

Bisnis ekspor impor, Potensi Bisnis & Skema Sistem Kerjanya

Bisnis ekspor impor, Potensi Bisnis & Skema Sistem Kerjanya

Siapa bilang bisnis ekspor impor hanya bisa dijalankan  oleh perusahaan. Ternyata potensi ekspor-impor Saat ini justru terbuka dan semakin berkembang untuk kalian  yang masih berskala UKM untuk bisa terlibat dalam perdagangan  ekspor impor.

Meskipun kita tidak berharap pelaku bisnis UKM menjalankan bisnis perdagangan import. Tetapi untuk sekedar informasi, kita bisa menjelaskan bahwa di tahun 2026 ini, prediksi perdangan import  yang bisa di harapkan oleh Indonesia sekitar 22.000 Juta USD. Justru yang menarik sebenarnya adalah perdagangan  ekspor alias mengirimkan barangnya ke luar negeri.  Kita bisa melihat bahwa setiap tahun prediksi perdagangan  ekspor Indonesia selalu menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan,  Tercatat target nilai perdagangan ekspor di tahun 2026 berkisar di angka US$315 miliar dengan angka pertumbuhan di bandingkan  tahun 2025 diangka 7,09% atau terjadi kenaikan 7,1%.

Apa Itu transaksi bisnis ekspor impor dalam bisnis internasional

Berdasarkan deskripsi yang ada, kita bisa menjelaskan kedua model transaksi internasional dengan melihat kondisi yang ada di lokasi anda.  Ekspor adalah menjual atau mendistribusikan  produk yang berasal dari Indonesia ke manca negara. Sementara untuk Import justru sebaliknya,   mereka ( pelaku import) mengirimkan barangnya dari luar negeri ke dalam  negeri. Untuk mempertegas perbedaan  yang terjadi antara pengiriman ekspor dan import. Kita akan coba menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan Tujuan ekspor dan impor. Untuk tujuan importnya sendiri ada beberapa hal yang menjadi perhatian seperti :  Memenuhi kebutuhan domestik, mendapatkan bahan baku atau teknologi yang tidak tersedia di dalam negeri, dan menjaga stabilitas harga. Sedangkan  untuk tujuan dari perdagangan ekspor : Meningkatkan pendapatan negara (devisa), memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Selain tujuan yang harus kita perhatikan dalam menjalankan proses perdagangan  internasional, kita pun sudah harus memahami bahwa yang namanya perdagangan internasional tersebut sudah pasti akan melibatkan banyak pihak. Tidak saja pihak yang ada di dalam negeri, tetapi juga pihak yang ada di luar negeri.  Semua itu bisa di jelaskan dengan mengamati dua hal yang selalu ada dalam sebuah bisnis yaitu : Faktor Pendukung dan Tantangan serta Penyesuaian Bisnis ekspor impor, Potensi Bisnis & Skema Sistem Kerjanya.

Perdagangan Ekspor

  • Untuk saat ini negara kita setidaknya ada 3 hal yang bisa kita jadikan acuan dalam melihat faktor pendukung untuk perdagangan ekspor. Dari mulai  Semakin banyaknya terjadinya kesepakatan dagang antara pemerintah Indonesia dengan pelaku bisnis di luar negeri (negara luar yang mengayomi pelaku bisnis di luar negeri). Program hilisasi yang saat ini menjadi salah satu program strategis di Indonesia serta faktor pendukung yang berhubunngan  langsung dengan sektor industri yang memiliki potensi ekspor cukup besar.  Di sini kita bisa mengatakan bahwa sektor pertanian yang di dalamnya ada sektor  pertanian, perkebunan, perikanan serta termasuk di dalamnya produk turunan dari ketiga sektor tersebut masih menjadi potensi ekspor yang cukup menjanjikan.

Perdagangan Impor

  • Sementara berkembangnya perdagangan impor memang tidak bisa dipisahkan dari beberapa faktor pendukung yang bisa membuat kondisi perdagangan import di Indonesia semakin menarik.  Minimal ada 3 hal yang bisa menjadi faktor pendukung untuk peningkatan perdagangan impor dari mulai : penguatan konsumsi local atau domestic yang ada di Indonesia. Ini secara langsung juga bisa meningkatkan  potensi ekspor dan juga impor sekaligus menjadi satu potensi bisnis yang menarik. Perlunya pemerintah terus meningkatkan  potensi investasi ke dalam negeri yang pada akhirnya membuat beberapa komoditi juga masuk ke dalam negeri sebagai salah satu konsekuensinya. Dan yang paling sering terjadi terkait faktor pendukung peningkatan  potensi pasar import adalah peningkatan kebutuhan sumber bahan baku untuk proses produksi yang ada di Indonesia termasuk kebutuhan akan  sumber daya energi seperti minyak dan gas bumi.

Khusus mengenai potensi ekspor yang memiliki peran cukup besar bagi perkembangan bisnis dan investasi Indonesia. Perdagangan ekspor memang  saat ini bisa di katakan menjadi salah satu pilar yang memperkuat pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia. Sehingga bagi kalian yang ingin memperkuat bisnis dalam sektor perdagangan ekspor,  ada baiknya memang kalian pahami beberapa hal yang secara langsung akan bisa menjadi acuan kalian dalam mengembangkan potensi ekspor ke manca negara dari Indonesia.

Potensi Produk Ekspor Unggulan Yang Berasal dari Indonesia

Minimal dengan kalian memahami apa saja yang menjadi potensi produk ekspor Indonesia, maka kalian akan bisa dengan mudah memantapkan  strategi ekspornya di tahun ini dan tahun mendatang.

  • Potensi Produk Pertanian dari Indonesia

Beberapa potensi produk yang bisa di kembangkan untuk pasar ekspor dari Indonesia : produk kelapa sawit, kopi, kakao, dan rempah-rempah (cengkeh, pala, lada, vanili), serta buah-buahan tropis (mangga, nanas, alpukat), sayuran organik, rumput laut, sarang burung walet, dan porang. Untuk nilainya sendiri di tahun 2024 sudah mencapai Nilai ekspor produk pertanian Indonesia mencapai Rp 552,4 triliun (sekitar USD 35,4 miliar) pada tahun 2024, menjadikannya andalan perekonomian nasional.

  • Potensi Produk Perkebunan dari Indonesia

Untik produk perkebunannya sendiri, bagi Indonesia ada beberapa produk yang bagus untuk jadi potensi ekspor seperti : Sektor perkebunan Indonesia memiliki potensi kspor yang sangat besar dan berperan sebagai pilar utama ekonomi nasional, dengan komoditas utama seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, karet, dan rempah-rempah. Di mana untuk nilai ekspornya sendiri untuk produk minyak kelapa sawit nilai ekspornya mencapai US$14,4 miliar. Beberapa data lain bahkan menyebutkan nilai ekspor sawit per 2024 menyentuh US$22,9 miliar.

  • Pootensi Produk Perikanan dari Indonesia

Besarnya potensi produk perikanan dari Indonesia, jelas  ini menunjukkan bahwa Indonesia memang negara kepulauan yang memiliki begitu besar potensi perikanannya. Dari mulai produk Udang, Tuna & Cakalang, Ikan  Kakap ( putih dan merah), Rumput Laut hingga Cumi-Cumi, Sotong dan  Gurita ) dan Kepiting & Ranjungan menjadi salah satu potensi produk perikanan dari Indonesia. Nilainya sendiri berkisar diantara Potensi ekspor perikanan Indonesia sangat besar, dengan nilai ekspor mencapai US$5,07 miliar hingga Oktober 2025, didominasi komoditas seperti udang, tuna, cakalang, kerapu, dan rumput laut, menuju pasar utama seperti AS, Jepang, China, serta peluang ke Afrika;

Nah jika potensinya sudah terlihat jelas, maka hal kedua yang semestinya banyak di ketahui oleh para pencari bisnis di sektor perdagangan ekspor adalah masalah tujuan negara dan siapa saja negara yang menjadi mitra strategi bagi Indonesia.

  • Negara di dunia yang selama ini menjadi target ekspor dari Indonesia.

Sejumlah negara dengan  potensinya masing – masing menjadi negara yang mengimport produknya dari Indonesia seperti : negara-negara di Asia dan Amerika Serikat, dengan Tiongkok, Amerika Serikat, dan India secara konsisten menjadi tiga besar, diikuti oleh Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Belanda, berdasarkan data terbaru hingga September 2025. Tiongkok menjadi pasar terbesar, menyerap komoditas seperti besi, baja, dan bahan bakar mineral, sementara AS dan India juga menjadi tujuan penting untuk berbagai produk non-migas.

  • Mitra Strategis Indonesia dalam mengembangkan pasar ekspor

Bagi kalian  yang telah bersinergi dengan pelaku bisnis mancanegara, coba perhatian Lembaga atau negara yang berhasil Indonesia memiliki beragam mitra strategis di mancanegara, mencakup negara-negara besar seperti Tiongkok (mitra dagang terbesar), Amerika Serikat, dan Jepang, serta negara berkembang dan regional seperti Australia, India, Afrika Selatan, Turki, Singapura, Vietnam, dan Pakistan, yang menjalin kerja sama di berbagai bidang seperti ekonomi, pertahanan, perdagangan (sawit), teknologi, serta isu-isu global.

Prosedur ekspor impor bagi pelaku bisnis di Indonesia

Tanpa mengurasi pentingnya transaksi import, pada kesempatan kali ini kita akan coba fokus dalam penjelasan prosedur ekspor bagi para pelaku bisnis yang ada di Indonesia.  Minimal ada 5 komponen yang perlu menjadi perhatian bagi kalian yang tertarik untuk menjalankan bisnis ekspor dari Indonesia :

Tahapan Pertama Persiapan dan Perjanjian Ekspor
Beberapa hal yang harus di persiapkan dan dilakukan adalah :

  • Mencari calon buyer dari luar negeri, kemudian di lanjutkan dengan pembuatan kontrak sales hingga pada akhirnya perencanaan  untuk model atau sistem pembayaran dari transaksi ekspor.

Tahapan Kedua Mempersiapkan Dokumen/ Perijinan Ekspor
Tahapan ini akan berbeda dengan  melihat tujuan negara dan produk apa yang akan di ekspor ke luar negeri :

  • Dari mulai dokumen pendaftaran perusahaan seperti legalitas seperti NPWP dan izin usaha. Kemudian informasi yang berkaitan dengan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB): Ajukan ke Bank Devisa atau sistem kepabeanan online. Hingga yang terakhir adalah dokumen yang terkait dengan  pengiriman Commercial Invoice, Packing List, dan surat terkait lainnya (misal Surat Keterangan Asal – SKA).

Tahapan Ketiga Penentuan Jasa Logistik / Forwarding Ekspor dan Proses Pengiriman.
Inilah tahapan yang paling menentukan, karena berkaitan dengan ketepatan dan kecepatan pengiriman barang ke luar negeri :

  • Penentuan jasa pengiriman internasional untuk mengurus transportasi dan dokumen pabean. Kemudian proses yang berhubungan dengan Pengemasan & Pelabelan: Kemas sesuai standar internasional dan persyaratan tujuan.  Termasuk didalamnya adalah aktivitas yang berhubungan dengan Pemeriksaan Bea Cukai: Bea Cukai akan memeriksa dokumen dan fisik barang. Jika lolos, terbit Nota Pelayanan Ekspor (NPE). Dan yang terakhir adalah Pemuatan Barang: Barang dimuat ke kapal/pesawat setelah mendapat izin.

Tahapan Keempat  Tahapan Akhir dalam Penyelesaian Transaksi:
Untuk tahapan yang satu ini, kalian yang menjalankan transaksi ekspor hanya memerlukan dua hal yaitu Pencairan Pembayaran: Eksportir menyerahkan dokumen pengiriman ke bank untuk mencairkan L/C atau menerima pembayaran. Dan melakukan Pengiriman Dokumen Asli: Dokumen asli (seperti Bill of Lading) dikirim ke importir agar bisa mengambil barang di pelabuhan tujuan. 

Sekedar untuk mencari perhatian tentang dokumen ekspor yang perlu kalian pahami dan ketahui : (1) Commercial Invoice: Rincian barang, harga, syarat pembayaran. (2) Packing List: Isi, berat, ukuran kemasan. (3) Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB): Dokumen dari eksportir ke Bea Cukai. (4) Bill of Lading (B/L) / Airway Bill (AWB): Bukti pengiriman dari forwarder. (5) Surat Keterangan Asal (SKA): Jika diperlukan negara tujuan.

Halaman Resmi Abang Express

Kunjungi halaman resmi Abang Express untuk informasi dan layanan pengiriman.